Perbedaan Proteksi Tabungan Pendidikan Anak dengan Asuransi Khusus Pendidikan

Perbedaan Proteksi Tabungan Pendidikan Anak dengan Asuransi Khusus Pendidikan
Perbedaan Proteksi Tabungan Pendidikan Anak dengan Asuransi Khusus Pendidikan

Semua orang tua pastinya ingin memberikan fasilitas pendidikan terbaik untuk anaknya. Untuk itulah mereka sampai mempersiapkannya jauh-jauh hari. Ada beberapa cara untuk mempersiapkan pendidikan mereka. Misalnya dengan mengikutsertakan dalam proteksi tabungan pendidikan anak atau mengikutsertakan anak dalam premi asuransi. Memang kedua metode ini hampir sama dan banyak orang menganggap tak ada bedanya. Padahal kedua metode tersebut ternyata berbeda. Apa sajakah perbedaan kedua metode tersebut? Simak informasinya berikut ini.

Ada perbedaan mendasar dan sangat mencolok dari kedua metode ini. Antara lain adalah sebagai berikut:

  • Tabungan pendidikan biasanya merupakan produk dari suatu bank. Sedangkan asuransi pendidikan tentu saja sebuah produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi.
  • Suku bunga atau tingkat keuntungan dari tabungan khusus pendidikan ini sudah ditetapkan oleh bank. Sedangkan dalam asuransi tingkat keuntungan yang diperoleh nasabah belum bisa dipastikan.
  • Ditinjau dari sisi proteksi, asuransi khusus pendidikan lebih besar perlindungannya. Wajar saja ini karena asuransi memberlakukan premi bagi nasabahnya. Berbeda dengan tabungan khusus pendidikan yang tidak mewajibkan pembayaran premi sehingga proteksi yang diberikan oleh bank sangat terbatas.

Itulah beberapa perbedaan mendasar dari tabungan khusus pendidikan dan asuransi pendidikan. Sebenarnya kedua jenis produk ini memiliki persamaan yakni butuh jangka waktu khusus untuk pencairan dananya.

Sekarang Anda sudah tahu bukan perbedaan proteksi tabungan untuk pendidikan anak dengan asuransi khusus pendidikan anak? Mengetahui kedua perbedaan ini sangatlah penting. Karena saat tidak mengetahui perbedaan ini mengakibatkan nasabah dan pihak bank atau asuransi terlibat sebuah permasalahan. Misalnya permasalahan tentang proteksi ataupun suku bunga yang diberikan. Tentu saja ini bisa mengakibatkan hubungan kedua belah pihak menjadi tidak menyenangkan bukan?

Antara proteksi tabungan pendidikan anak dengan asuransi pendidikan khusus anak tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Untuk itulah ada baiknya Anda mengetahuinya terlebih dahulu sebelum memutuskan pilihan. Akan memilih tabungan pendidikan ataupun asuransi pendidikan semua tergantung pada diri Anda sendiri. Terpenting adalah dana yang tersimpan tersebut bisa digunakan untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anak Anda.

Baca Juga : Manfaat Memasukkan Anak Ke Sekolah Dini

Manfaat Memasukkan Anak Ke Sekolah Dini

Manfaat Memasukkan Anak Ke Sekolah Dini

Mencoba mencerdaskan anak maka setiap orangtua merasa wajib memasukkan anak mereka ke kindergarten yang merupakan Taman Kanak-kanak. Taman kanak-kanak ini merupakan media latihan bagi anak sebelum masuk ke lingkungan sekolah yang sebenarnya. Manfaat yang diberikan tentunya lebih banyak dibandingkan dengan yang sebaliknya. Terlebih biaya untuk memasukkan anak ke taman kanak-kanak ini tidaklah begitu besar sehingga banyak yang antusias.

Asalkan memilih taman kanak-kanak yang tepat maka bisa memberikan hasil yang sesuai harapan, yakni anak terbiasa dengan sekolah dan menyukainya. Berbicara mengenai manfaat dari preschool Kita akan mendapati hal-hal berikut :

1. Membiasakan Anak Menerima Pelajaran

Sebelum menginjak umur 5 tahun maka anak berada pada tahap pertumbuhan emasnya, yang jika diajari apa saja semakin mudah diingat. Membiasakan anak untuk berada di bangku sekolah dan mendengarkan sang guru membahas suatu hal. Akan membentuk anak yang antusias terhadap pelajaran sekolah yang diterima terlebih jika sistem pengajarannya menyenangkan. Maka anak akan lebih mudah menerima setiap pelajaran yang diberikan kepadanya.

2. Anak Lebih Mudah Berkomunikasi

Sejak dini sudah bertemu dengan banyak orang di dalam satu ruangan akan membangun karakter anak yang lebih komunikatif. Jiwa sosial anak pun dengan mudah akan terbentuk sehingga terbiasa untuk bertukar pendapat dan pikiran. Kondisi yang demikian akan membantu anak semakin mudah bergaul dan menjadi anak yang lebih periang. Terhindar dari stress sebab selalu ada orang di sekitarnya yang siap membantu setiap kesulitan yang dialami. Anak yang komunikatif umumnya pun lebih cerdas setelah dewasa nanti.

3. Belajar Membaca Sejak Dini

Sekarang ini ada banyak sekolah taman kanak-kanak yang tidak sekedar mengajarkan berbagai nyanyian dan juga permainan edukatif saja. Namun juga memperkenalkan anak-anak di usia menjelang lima tahun untuk kenal lebih dekat dengan rangkaian huruf. Sebelum masuk ke sekolah dasar kebanyakan anak alumni kindergarten sudah memiliki kemampuan membaca yang baik. Bahkan bisa belajar menulis sekaligus menghitung angka dengan cara matematika tertentu. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap orangtua yang memiliki anak cerdas maksimal melebihi usia anak pada umumnya.